Tes..tes..
Satu..dua..tiga
..diterima, ganti
hahaa, terbangun di dini hari dan iseng buka App World, dan entah kenapa yang kepikiran adalah “ada ga ya aplikasi Tumblr..?”
Setelah di search, eh ternyata ada! (kasian banget yah saya baru tau ada beginian..)
Okee mari kita cobaa.
hmm, sudah lama juga yah blog ini saya tinggalkan. saya belakangan ini sedang kehilangan semangat untuk menulis sesuatu, entah kenapa.. ohya, dulu saya hobi sekali membaca blog teman-teman saya, dan entah kenapa, sekarang pun saya sudah jarang melakukan itu.. dan akhirnya saya berpikir, mungkin untuk menumbuhkan lagi semangat menulis blog, saya awali dengan mulai membaca lagi blog teman-teman saya. dan, blog pertama yang terlintas di otak saya adalah, diaryland.
saya membaca beberapa postingan dia yang terakhir, dan saya berhenti di postingan berjudul nice. isinya membuat saya sedih..
Despite the good mood I had while writing earlier post, there’s actually one thing that’s been bugging me. It’s the fact that most of the good friends I have in campus are now… graduated. I used to feel thankful for being able to mingle with them since the first time I stepped on campus, they were all nice and they treated me like their little sister (or at least I feel so). The truth is, they mostly are my brother’s friends, so I guess it came naturally for them to treat me that way.
Now, I don’t have any ideas of spending jobless moments in campus anymore. They usually serve to fill the campus joblessness. And now they are all nearly gone. :-(
…
I can’t believe I feel sentimental over this. I never thought I would ever have to. I mean, they always brought this laughter and cheers to my campus life and now look what they just did.
Nnnnnnnnnnooooooooo!
Bowo, the one who gave me all the useful lessons of doing the whole GME thing.
Dannie, who always acts funny but a bit too sentimental when it comes to his love life. And a bit desperate when it comes to his academic life (look, you’ve done it, Dan, you just did).
Pippi, who has all the best-friend materials. We could have been better friends to each other. Hha! :-D
And as for ones who graduated even earlier (you guys are mean) but also hold special places in my heart:
Kak Pepi, I still do miss the nights I had nothing to do and I knew I could just drop by to your room to spend the nights gossiping. Where are those nights now?Ime, ah you don’t need all this crap.
Fahri, well, you basically are the one who know me the best among them all.
…
I hate sentimental posts.- synta @ 2009-07-05 / 11:59 a.m.
…
“…the great moments of your life won’t necessarily be the things you do, they’ll also be the things that happen to you. i’m not saying you can’t take action to affect the outcome of your life. you have to take action. but never forget that, on any day, you could step out the front door and your whole life can change forever…”
“the universe has a plan, and that plan is always in motion. a butterfly flaps its wings, and it starts to rain. it’s a scary thought, but it’s also kind of wonderful. all these little parts of the machine costantly working, making sure that you end up exatcly where you’re supposed to be, exactly when you’re supposed to be there. the right place…at the right time.”
-ted mosby-
can’t wait to see what the universe has lined up for me out there.
aah, masalah ini udah saya bicarain sama pak ketua yang baru. semoga sudah disampaikan ke anak-anak yang lain.
tadi saya baru saja menonton acara bernama ROCKCHOIR CONCERTA, sebuah pertunjukan kolaborasi antara paduan suara, orkestra, dan band yang memainkan lagu2 rock. acara ini di organize oleh sebuah radio kampus bernama 8eh yang bekerja sama dengan PSM ITB, ISO ITB, dan apres! ITB sebagai pengisi acaranya. ohya, sama Panas Dalam sebagai bintang tamu. oke, itu perkenalan acaranya. tp saya disini gak mau ngebahas acaranya, saya mau curhat tentang “apres!” nya.
hmm, di acara sebesar td, saya berharap nemu banyak anak apres yang nonton bareng buat mensupport band apres yg tampil. tapi ternyata, yang dateng cuma dikit, itu pun gak semuanya bareng-bareng. ada sesuatu yang terkikis di apres, rasa kekeluargaan. dan ini berujung ke yang namanya m i l i t a n s i.
aduh, udah ngantuk…lanjut besok aja deh nulisnya..hehe
haduh, lagi-lagi saya terbangun dalam kondisi yang tidak menyenangkan. rasanya cape, tapi bukan badan saya yang cape, tapi otak saya. sepertinya akhir-akhir ini saya terus memikirkan suatu hal, dan saat tidur pun, nampaknya saya terus memikirkan hal itu.
apa yang saya pikirkan? 3-4 hari sebelum hari wisuda (18 april 2009), saya coba mengingat-ingat semua kejadian yang pernah saya alami saat saya berkuliah di itb, dan saat itu saya menyadari sesuatu. saya merasakan kekecewaan, penyesalan. namun kekecewaan dan penyesalan ini ditujukan bukan untuk hal-hal yang saya pernah lakukan, tapi untuk hal-hal yang tidak pernah saya lakukan, padahal ada kesempatan untuk melakukan sesuatu namun saya terlalu takut untuk mengambil kesempatan tersebut. oke, saat itu saya mencoba untuk tidak terlalu memikirkan itu, namun saat malam syukuran wisudaan tanggal 16 april di sesi refleksi, teman saya aheng berpesan hal yang serupa dengan apa yang saya pikirkan kepada adik-adik di himpunan. ah, akhirnya hal ini benar-benar stuck di otak saya.
semua hal yang pernah saya lakukan selalu memberi pembelajaran pada saya, baik di prosesnya, maupun di akhirnya. tidak peduli yang saya lakukan itu berakhir dengan baik atau tidak. yah, mungkin karena pembelajarannya itulah saya tidak pernah menyesali semua hal yang pernah saya lakukan. namun untuk hal yang tidak pernah saya lakukan (dimana sebenarnya bisa dilakukan), penyesalannya adalah saya tidak pernah tau hasil akhirnya, dan saya melewatkan prosesnya.
nah, yang jadi pikiran saya sekarang tentu saja bukan hal-hal yang sudah lewat, namun saya dihadapi dengan ketakutan untuk melakukan sesuatu yang saya tau jika saya tidak melakukannya atau telat bergerak, saya pasti akan sangat menyesal. beberapa bulan yang lalu saya mengalaminya, saya tidak berani untuk mengatakan suatu hal pada seseorang, dan sekarang saya benar-benar merasa bodoh kenapa dulu tidak melakukannya.
yah, saya harus cepat mengambil keputusan.