haduh, lagi-lagi saya terbangun dalam kondisi yang tidak menyenangkan. rasanya cape, tapi bukan badan saya yang cape, tapi otak saya. sepertinya akhir-akhir ini saya terus memikirkan suatu hal, dan saat tidur pun, nampaknya saya terus memikirkan hal itu.
apa yang saya pikirkan? 3-4 hari sebelum hari wisuda (18 april 2009), saya coba mengingat-ingat semua kejadian yang pernah saya alami saat saya berkuliah di itb, dan saat itu saya menyadari sesuatu. saya merasakan kekecewaan, penyesalan. namun kekecewaan dan penyesalan ini ditujukan bukan untuk hal-hal yang saya pernah lakukan, tapi untuk hal-hal yang tidak pernah saya lakukan, padahal ada kesempatan untuk melakukan sesuatu namun saya terlalu takut untuk mengambil kesempatan tersebut. oke, saat itu saya mencoba untuk tidak terlalu memikirkan itu, namun saat malam syukuran wisudaan tanggal 16 april di sesi refleksi, teman saya aheng berpesan hal yang serupa dengan apa yang saya pikirkan kepada adik-adik di himpunan. ah, akhirnya hal ini benar-benar stuck di otak saya.
semua hal yang pernah saya lakukan selalu memberi pembelajaran pada saya, baik di prosesnya, maupun di akhirnya. tidak peduli yang saya lakukan itu berakhir dengan baik atau tidak. yah, mungkin karena pembelajarannya itulah saya tidak pernah menyesali semua hal yang pernah saya lakukan. namun untuk hal yang tidak pernah saya lakukan (dimana sebenarnya bisa dilakukan), penyesalannya adalah saya tidak pernah tau hasil akhirnya, dan saya melewatkan prosesnya.
nah, yang jadi pikiran saya sekarang tentu saja bukan hal-hal yang sudah lewat, namun saya dihadapi dengan ketakutan untuk melakukan sesuatu yang saya tau jika saya tidak melakukannya atau telat bergerak, saya pasti akan sangat menyesal. beberapa bulan yang lalu saya mengalaminya, saya tidak berani untuk mengatakan suatu hal pada seseorang, dan sekarang saya benar-benar merasa bodoh kenapa dulu tidak melakukannya.
yah, saya harus cepat mengambil keputusan.